Tidak melaporkan Penilaian Tingkat Risiko, 5 Multifinance dibekukan OJK

0
41

Otoritas Jasa Keuangan melalui laman websitenya mengumumkan perihal Pembekuan kegiatan usaha 5 (lima) Multifinance. Pembekuan kegiatan usaha tersebut dilakukan OJK didasarkan pada kelima Multifinance tersebut telah melanggar ketentuan Pasal 7 ayat (1) huruf a POJK Nomor 10/POJK.05/2014 tentang Penilaian Tingkat Risiko Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank. Adapun kelima Multifinance tersebut adalah:

Nama MultifinanceNomor Surat Pembekuan
PT Sumber Artha Mas Finance S-518/NB.2/2018
tanggal 5 September 2018
PT Capitalinc Finance S-523/NB.2/2018
tanggal 5 September 2018
PT Sejahtera Pertama Multifinance S-524/NB.2/2018
tanggal 5 September 2018
PT Asia Multidana S-525/NB.2/2018
tanggal 5 September 2018
PT Tirta Finance S-526/NB.2/2018
tanggal 5 September 2018

Adapun bunyi dari Pasal 7 ayat (1) huruf a POJK Nomor 10/POJK.05/2014 adalah: “untuk penilaian tingkat risiko posisi akhir tahun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) disampaikan paling lambat tanggal 28 Februari tahun berikutnya”

Analisis dari cakaphukum adalah bahwa kelima Multifinance yang dibekukan tersebut tidak melaporkan hasil penilaian tingkat risiko posisi tahun 2017. Adapun pelaporan penilaian tingkat risiko tersebut dapat dilakukan melalui portal SIRIBAS (Sistem Informasi Risk Based Supervision) yang diberikan OJK kepada seluruh Multifinance. Pengisian penilaian tingkat risiko pada SIRIBAS juga harus didasarkan pada data dari masing-masing jenis risiko (Strategi, Operasional, Aset dan Liabilitas, Kepengurusan, Tata Kelola, Dukungan Dana, Pembiayaan).

Artinya adalah bahwa Multifinance harus mengembangkan kertas kerja dan/atau tools penilaian risiko yang berdasarkan indikator atau parameter bisnis dari masing-masing jenis risiko.

Lalu yang menjadi pertanyaan kebanyakan orang adalah mengapa OJK langsung membekukan kegiatan usaha kelima Multifinance tersebut tanpa adanya peringatan tertulis terlebih dahulu.

Dalam pasal 10 ayat 2 POJK Nomor 10/POJK.05/2014, bahwa OJK dapat mengenalkan sanksi pembekuan kegiatan usaha bahkan pencabutan izin usaha tanpa didahului pengenaan sanksi peringatan tertulis.

Dalam hal terkena pembekuan kegiatan usaha, kelima Multifinance tersebut dilarang melakukan kegiatan usaha pembiayaan (melakukan penyaluran kredit), namun apabila kelima Multifinance tersebut sudah melakukan pemenuhan, maka OJK akan mencabut sanksi pemebkuan kegiatan usaha tersebut.

Semoga bermanfaat !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here