Pedagang dilarang kenakan biaya charge transaksi kartu kredit

0
31

Bagi pedagang (merchant) yang masih mengenakan atau meminta biaya charge kepada konsumen yang melakukan transaksi pembayaran melalui kartu kredit (credit card), dihimbau untuk tidak lagi mengenakan biaya tambahan atau biaya transaksi kepada konsumen. Biasanya biaya transaksi yang dikenakan kepada konsumen berkisar 2-3% dari nilai transaksi.

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/11/PBI/2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu, dalam Pasal 8 ayat 2 dikatakan bahwa “Acquirer wajib menghentikan kerja sama dengan Pedagang yang melakukan tindakan yang dapat merugikan” Acquirer dalam hal ini adalah Bank.

Adapun penjelasan yang dimaksud dalam Pasal 8 ayat 2 tersebut adalah “Termasuk dalam pengertian ”tindakan yang merugikan” adalah tindakan Pedagang yang merugikan Prinsipal, Penerbit, Acquirer dan/atau Pemegang Kartu, antara lain Pedagang diketahui telah melakukan kerjasama dengan pelaku kejahatan (fraudster), memproses penarikan/gesek tunai (cash withdrawal transaction) Kartu Kredit, atau memproses tambahan biaya transaksi (surcharge).

Maka apabila pedagang mengenakan biaya charge kepada konsumen yang melakukan transaksi pembyaran menggunakan kartu kredit, maka pedagang tersebut dipastikan telah melakukan tindakan yang merugikan Bank. Dalam hal ini Bank berkewajiban untuk menjalankan perintah pasal 8 ayat 2 diatas, yakni menghentikan kerjasama dengan pedagang tersebut.

Bagi konsumen yang merasa dirugikan oleh pedagang yang mengenakan biaya charge atas transaksi kartu kredit anda, maka sebaiknya melaporkan hal tersebut kepada Bank Indonesia dengan menghubungi:

  1. Contact Center BI (BICARA) di 131 atau
  2. Email ke bicara@bi.go.id

Laporkan nama pedagang dan nama bank pengelola yang dapat dilihat di stiker mesin EDC atau struk transaksi. Selanjutnya, Bank Indonesia akan menindaklanjuti laporan yang diterima dari masyarakat. Dalam hal pedagang melakukan tindakan yang merugikan tersebut, maka risikonya adalah pedagang tersebut akan masuk dalam daftar hitam Pedagang (merchant black list).

Semoga Bermanfaat !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here