Begini Etika Penagihan Fintech Pinjaman Online

0
156

Pada awal bulan Agustus 2018 Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) resmi meluncurkan Pedoman Etika dan Perilaku (Code of Conduct) dalam hal Pemberian Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. Dalam pedoman tersebut diatur tata cara etika penagihan yang baik seperti dibawah ini:

ITIKAD BAIK DALAM PENAGIHAN ATAS PINJAMAN GAGAL BAYAR

  1. Setiap Penyelenggara wajib memiliki dan menyampaikan prosedur penyelesaian
    dan penagihan kepada Pemberi dan Penerima Pinjaman dalam terjadi gagal
    bayar pinjaman.
  2. Setiap Penyelenggara wajib menyampaikan kepada Penerima Pinjaman dan Pemberi Pinjaman langkah-langkah yang akan ditempuh dalam hal terjadi keterlambatan pinjaman atau kegagalan pembayaran pinjaman antara lain:
    1) perihal pemberian surat peringatan;
    2) persyaratan penjadwalan atau restrukturisasi pinjaman;
    3) korespondensi dengan Penerima Pinjaman secara jarak jauh (desk collection), termasuk via telepon, email, atau bentuk percakapan lainnya;
    4) perihal kunjungan atau komunikasi dengan tim penagihan; atau
    5) penghapusan pinjaman.
  3. Prosedur penyelesaian dan penagihan sebagaimana tersebut di atas wajib memperhatikan kepentingan Pemberi Pinjaman dan Penerima Pinjaman.
  4. Ketentuan lebih lanjut mengenai standar penagihan atas pinjaman gagal bayar
    akan diatur kemudian di dalam pembaruan berkala Pedoman Perilaku.

ITIKAD BAIK PENGGUNAAN PIHAK KETIGA DALAM PENAGIHAN

  1. Setiap Penyelenggara dilarang menggunakan pihak ketiga pelaksana penagihan
    (baik orang perseorangan maupun korporasi) yang tergolong dalam daftar
    hitam otoritas dan/atau dari Asosiasi.
  2. Daftar hitam sebagaimana dimaksud di atas akan disusun kemudian di dalam
    pembaruan berkala Pedoman Perilaku.

LARANGAN PENGGUNAAN KEKERASAN FISIK DAN MENTAL

  1. Setiap Penyelenggara selaku kuasa Pemberi Pinjaman dilarang melakukan
    penagihan dengan intimidasi, kekerasan fisik dan mental, ataupun cara-cara lain
    yang menyinggung SARA atau merendahkan harkat, martabat, serta harga diri
    Penerima Pinjaman, di dunia fisik maupun di dunia maya (cyber bullying) baik
    terhadap Penerima Pinjaman, harta bendanya, ataupun kerabat dan
    keluarganya.
  2. Ketentuan lebih lanjut mengenai bentuk-bentuk praktik yang dilarang akan
    diatur kemudian di dalam pembaruan berkala Pedoman Perilaku.

Dihimbau agar seluruh pegawai/mitra Perusahaan Fintech yang membidangi fungsi penagihan dapat melaksanakan pedoman etika dan prilaku tersebut.

Semoga Bermanfaat !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here