Pakai E-Money, Pahami Biaya yang Dikenakan

0
71

Saat ini transaksi menggunakan e-money atau uang elektronik meningkat pesat, Perbankan dan Fintech Payment Gateway merupakan pemain dalam menyelenggarakan transaksi uang elektronik tersebut. Uang elektronik atau e-money bisa dikatakan sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian masyarakat di Indonesia. Namun meskipun sudah menjadi kebutuhan, sebaiknya masyarakat memahami beberapa poin aturan uang elektronik atau e-money tersebut. Salah satunya adalah biaya yang dikenakan Perusahaan penerbit uang elektronik atau e-money kepada konsumen.

Dalam Peraturan Bank Indonesia NomorĀ 20/6/PBI/2018 tentang Uang Elektronik Pada Pasal 52 ayat 1 dikatakan bahwa:

Dalam penyelenggaraan Uang Elektronik, Penerbit dapat mengenakan biaya yang meliputi:
a. biaya pembelian media Uang Elektronik untuk penggunaan pertama kali atau penggantian media Uang Elektronik yang rusak atau hilang;
b. biaya Pengisian Ulang (Top Up);
c. biaya tarik tunai yang dilakukan melalui pihak lain atau kanal pihak lain (off us); dan
d. biaya transaksi transfer dana antar-Pengguna pada Uang Elektronik dari Penerbit yang berbeda.

Kesimpulannya adalah bahwa Perusahaan Penerbit uang elektronik atau e-money dilarang mengenakan biaya kepada konsumen selain dari biaya yang disebutkan diatas tanpa persetujuan dari Bank Indonesia. Namun sayangnya tidak ada sanksi dari Bank Indonesia apabila Penerbit melanggar ketentuan Pasal 52 ayat 1 tersebut.

Semoga Bermanfaat !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here