OJK harus atur mekanisme Instalasi Aplikasi Fintech Lending

0
191

Belakangan ini marak terjadi keluhan masyarakat perihal cara penagihan Fintech Lending yang membuka data kontak ponsel nasabah dan menggunakan data kontak dan data lainnya pada ponsel nasabah untuk keperluan penagihan.

Masyarakat perlu mengetahui bahwa Perusahaan fintech lending dapat mengakses data ponsel calon nasabah apabila calon nasabah menginstall aplikasi tersebut pada sistem Android di google playstore.

OJK selaku regulator fintech lending harus mengetahui bahwa sistem android selalu menampilkan daftar permintaan alias permission yang diperlukan saat suatu aplikasi akan di-install dari Google Play Store. Daftar permission tersebut menjadi sangat penting, karena berhubungan dengan data yang ada di ponsel calon nasabah, di antaranya malah berupa data sensitif seperti permintaan untuk mengakses kontak maupun lokasi nasabah.

Jika calon nasabah melakukan disable pada salah satu permission-nya, maka aplikasi fintech lending tersebut tidak bisa di-install. Jadi pilihannya, jika tidak setuju dengan permintaan permission-nya, maka calon nasabah tidak bisa menggunakan aplikasi tersebut meskipun profil calon nasabah tersebut layak untuk diberi pinjaman. Dengan pertimbangan itu, kebanyakan calon nasabah memilih tetap install aplikasinya meski agak keberatan dengan “syarat“-nya. Pertanyaannya adalah apakah OJK selaku regulator fintech lending memahami praktik seperti ini dapat melanggar privasi data pengguna?

Terkait hal tersebut saat ini tidak ada regulasi yang mengaturnya. Apabila praktik seperti ini terus dibiarkan maka dapat melanggar perlindungan data pribadi masyarakat dan tidak ada lagi hak-hak privasi masyarakat.

Maka OJK selaku regulator fintech lending harus menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk membuat aturan terkait mekanisme instalasi aplikasi fintech lending. Aturan tersebut harus membatasi informasi/data apa saja yang dapat diakses/digunakan perusahaan fintech lending ketika masyarakat akan melakukan instalasi aplikasi Perusahaan fintech lending tersebut.

Sebaiknya OJK harus membatasi syarat akses data ketika pengguna hendak melakukan instalasi aplikasi fintech lending, misalnya OJK melarang perusahaan fintech lending meminta akses data kontak (contacts), lokasi (location), SMS dan data panggilan (phone) saat pengguna akan melakukan instalasi aplikasi.

Semoga Bermanfaat !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here