Pahami ketentuan persentase nilai pinjaman barang yang digadaikan

0
228

Bagi masyarakat yang hendak menggunakan jasa Perusahaan Gadai, sebaiknya memahami terlebih dahulu perihal nilai taksiran barang yang hendak anda gadaikan. OJK dalam BAB V Surat Edaran OJK Nomor 52 /SEOJK.05/2017 telah mengatur prosentase nilai taksiran terhadap barang jaminan. Berikut penjelasannya:

Dalam Bab V Nomor 1 dikatakan bahwa:

Perusahaan wajib memenuhi nilai minimum perbandingan antara Uang Pinjaman dan nilai taksiran Barang Jaminan dalam memberikan Uang Pinjaman kepada Nasabah, kecuali apabila Nasabah menyatakan secara tertulis menghendaki Uang Pinjaman yang lebih rendah.

  1. Barang Perhiasan
    Untuk barang jaminan berupa barang perhiasan, uang pinjaman yang dapat diberikan adalah 75% dari nilai taksiran barang perhiasan tersebut. Contoh: Barang jaminan berupa emas 5 gram, Nilai taksiran 5 gram emas tersebut 2 juta, Maka uang yang diterima adalah 75% x 2 Juta = 1,5 Juta.
  2. Kendaraan Bermotor
    Untuk barang jaminan berupa kendaraan bermotor, uang pinjaman yang dapat diberikan adalah 70% dari nilai taksiran kendaraan bermotor tersebut. Contoh: Barang jaminan berupa motor, Nilai taksiran motor tersebut 7 juta, Maka uang yang diterima adalah 70% x 7 Juta = 4,9 Juta.
  3. Peralatan Elektronik
    Untuk barang jaminan berupa peralatan elektronik, uang pinjaman yang dapat diberikan adalah 60% dari nilai taksiran peralatan elektronik tersebut tersebut. Contoh: Barang jaminan berupa HP, Nilai taksiran HP tersebut 4 juta, Maka uang yang diterima adalah 60% x 4 Juta = 2,4 Juta.
  4. Barang Jaminan selain Perhiasan, Kendaraan Bermotor dan Peralatan Elektronik
    Untuk barang selain yang disebutkan pada nomor 1,2 dan 3, uang pinjaman yang dapat diberikan adalah 50% dari nilai taksiran barang tersebut. Contoh: Barang jaminan berupa kompor, Nilai taksiran kompor tersebut 300 ribu, Maka uang yang diterima adalah 50% x 300 ribu = 150 ribu.

Nasabah berhak menolak dan melapor ke OJK apabila barang jaminan anda tidak sesuai dengan prosentase (%) perhitungan barang jaminan. Namun apabila nasabah setuju dengan prosentase (%) yang lebih rendah dari yang ditentukan diatas, maka Perusahaan Gadai harus mencatat hal tersebut dalam surat bukti gadai yang ditandatangani oleh nasabah.

 

Semoga Bermanfaat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here