Berapa Batas Pinjaman Melalui Fintech P2P Lending ?

0
122

Perusahaan Fintech P2P Lending merupakan penyelenggara layanan jasa keuangan yang mempertemukan pemberi pinjaman dan penerima pinjaman. Sehingga Perusahaan Fintech P2P Lending tidak menyalurkan pinjaman dari dana Perusahaan itu sendiri.

Namun dalam penyaluran pinjaman tersebut OJK mengatur batasan maksimum pinjaman yang disalurkan oleh pemberi pinjaman kepada penerima pinjaman. Maka dalam hal ini Perusahaan Fintech P2P Lending sebagai penyelenggara wajib mematuhi ketentuan regulasi tersebut.

Pengaturan batasan nilai pinjaman tersebut diatur dalam Pasal 6 ayat 1 dan  2 POJK Nomor 77 /POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. Dalam Pasal 6 ayat 1 dan 2 tersebut dikatakan bahwa:

Ayat 1

Penyelenggara wajib memenuhi ketentuan batas maksimum total pemberian pinjaman dana kepada setiap Penerima Pinjaman.

Ayat 2

Batas maksimum total pemberian pinjaman dana sebagaimana dimaksud pada (1) ditetapkan sebesar Rp 2.000.000.000,00 (dua milyar rupiah).

Namun apabila Perusahaan Fintech P2P telah terlanjur menyalurkan pinjaman melebihi ketentuan ayat 2 diatas sebelum POJK Nomor 77 /POJK.01/2016 ditetapkan, maka tetap dapat dilanjutkan sampai jangka waktu perjanjian berakhir. Ketentuan ini terdapat pada Pasal 50.

Maka dalam hal ini Perusahaan Fintech P2P Lending harus menaati ketentuan Pasal 6 ayat 1 dan 2 dan Pasal 50 POJK Nomor 77 /POJK.01/2016 tersebut, maka diharapkan pemberi pinjaman dan penerima pinjaman dapat mengetahui  ketentuan tersebut.

Adapun sanksi yang berlaku kepada Perusahaan Fintech P2P Lending apabila melanggar ketentuan tersebut diatas adalah:

  1. Peringatan tertulis;
  2. Denda, yaitu kewajiban untuk membayar sejumlah uang tertentu;
  3. Pembatasan kegiatan usaha; dan
  4. Pencabutan izin.

 

Semoga Bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here