Pengembangan Tenaga Kerja Perusahaan Pembiayaan (Multifinance)

0
88

Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi dan masifnya kemajuan jaman, maka Perusahaan Pembiayaan (Multifinance) harus melakukan upgrade kompetensi terhadap tenaga kerjanya. Upgrade kompetensi ini dimaksud dengan mengikutsertakan tenaga kerjanya dalam program pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan kompetensi Industri Pembiayaan (Multifinance).

Program tersebut bertujuan untuk mengembangkan kualitas tenaga kerja Perusahaan, sehingga kedepannya diharapkan mampu menjawab segala tantangan yang dihadapi Perusahaan.

Pengembangan tenaga kerja Perusahaan Pembiayaan (Multifinance) secara spesifik diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 28/POJK.05/2014 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Pembiayaan.

Pasal 16 ayat 1 sampai ayat 4 POJK 28/POJK.05/2014 berbunyi:

Ayat 1:

Perusahaan wajib menyelenggarakan program pengembangan kemampuan dan pengetahuan tenaga kerja.

Maksud dari ayat 1 ini adalah Penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan dapat dilaksanakan secara internal maupun eksternal Perusahaan.

Ayat 2:

Perusahaan wajib menganggarkan dan merealisasikan 2,5% (dua koma lima persen) dari biaya pegawai dan pengurus sumber daya manusia Perusahaan untuk pengembangan dan pelatihan pegawai.

Contohnya: Tahun 2017 PT ABC Finance memiliki total biaya pegawai dan pengurus (gaji, THR, bonus) sebesar 100 juta. Maka pada untuk tahun 2018 Perusahaan Pembiayaan (Multifinance) wajib menganggarkan dan merealisasikan 2,5% dari 100 juta untuk pengembangan dan pelatihan pegawai.

Ayat 3:

Pengembangan kemampuan dan pengetahuan tenaga kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1), wajib dilakukan dalam bentuk program pendidikan dan pelatihan.

Contohnya: Perusahaan menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan secara internal dengan menghadirkan pembicara atau pemateri yang ahli dibidangnya dari internal Perusahaan itu sendiri atau Perusahaan mengikutsertakan pegawainya dalam program sertifikasi, pelatihan, seminar dsb yang diselenggarakan oleh pihak luar.

Ayat 4:

Perusahaan wajib melaporkan pelaksanaan program pengembangan kemampuan dan pengetahuan tenaga kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) secara tertulis kepada OJK paling lama 1 (satu) bulan setelah tahun takwim berakhir untuk setiap tahunnya.

Contohnya: Untuk Tahun 2017, maka pelaporannya paling lama 31 januari 2018. Demikian seterusnya.

Apabila Perusahaan Pembiayaan (Multifinance) melanggar ketentuan Pasal 16 sebagaimana disebut diatas, maka akan terancam sanksi peringatan, pembekuan usaha dan pencabutan zin usaha.

 

Semoga Bermanfaat !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here