Memahami Aspek Hukum dari Subjek hingga Penegakan Hukum

Sumber Gambar : Epitavi/Dreamstime.com

    Ada  yang menarik ketika kita mulai berbicara soal hukum. Pada dasarnya orang-orang selalu mengaitkan hukum dengan moral. Menurut Mertokusumo seperti dikutip oleh Fence M Wantu dalam buku pengantar ilmu hukum, ternyata hukum dan moral itu berbeda. Hukum diciptakan agar terjadi keteraturan pada masyarakat sedangkan moral ada agar terjadi penyempurnaan pada individu. Selain itu moral lebih bersifat batiniah dan hukum bersifat lahiriyah. Sehingga kehadiran hukum memiliki fungsi yang lebih umum untuk menciptakan masyarakat yang tertib dan damai dibandingkan dengan moral yang tujuan nya fokus pada penyempurnaan pada perorangan atau individu. Dengan demikian masyarakat menjadi sangat penting dalam kajian hukum. Setidaknya masyarakat merupakan tempat bagi  berlakunya hukum itu. hukum hadir sebagai proteksi bagi pelaksanaan hak masyarakat sekaligus sebagai batasan sejauh mana hak itu dapat dilakukan agar tidak mengganggu hak orang lain juga.

      Fence menyatakan pada hakikatnya manusia menciptakan peraturan itu untuk dipatuhi agar tercipta suatu ketertiban. Artinya hukum itu mengandung rekaman ide dari masyarakat setempat, misalnya ide tentang keadilan (Fence M. Wantu : 2015: 11). Maka tegak dan rubuhnya hukum itu juga tergantung dari masyarakat itu sendiri. Kalau begitu, apakah masyarakat yang terdiri dari orang-orang saja yang dapat dikatakan sebagai subjek hukum  ? Jawabannya tidak. Lalu kita tentu bertanya lho kok begitu ? Di dalam hukum setiap pendukung  hak dan kewajiban dinamakan subjek hukum. Subjek hukum ini dibagi dua, pertama namanya naturlijke person atau manusia dan yang kedua namanya recht persoon atau badan hukum. Lalu bagaimana dengan objeknya ?

      Menurut C.S.T Kansil, objek hukum itu sendiri merupakan segala sesuatu yang berguna bagi subyek hukum dalam melakukan perhubungan hukum. Biasanya obyek hukum itu disebut dengan benda. Ada benda yang bergerak dan tidak bergerak (lihat pasal 504 KUHP) ada juga benda berwujud dan tidak berwujud (lihat pasal 503 KUHP). Jadi obyek hukum biasanya dikaitkan dengan kebendaan. Lalu bagaimana kaitan antar aspek hukum yang ada ? Untuk itu terlebih dahulu perlu di pahami apa itu hak, peristiwa hukum, perbuatan hukum serta penegakan dalam perspektif hukum.

A. Memahami hak dalam perspektif hukum.

      Dalam perspektif hukum seseorang dapat memiliki hak. Hak ini dalam bahasa Belanda dikenal dengan istilah subjektif recht, dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Right. Ada dua jenis hak. Pertama ada hak mutlak yaitu hak yang dapat dipertahankan terhadap siapapun dan sebaliknya setiap orang wajib menghormati hak orang tersebut misal dalam hak asasi manusia ada hak untuk bebas bergerak dan lainnya. Yang kedua ada yang namanya hak nisbi. Hak nisbi atau relatif ini hak yang menuntut seseorang untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu biasanya terdapat dalam hukum perikatan.

B. Memahami Peristiwa Hukum

     Di  dalam hukum juga dikenal istilah peristiwa hukum, yang menjadi pembeda peristiwa biasa dengan peristiwa hukum menurut Soedjono Dirdjosisworo yang dikutip oleh m.ishaq (M.Ishaq:93:2018) adalah suatu peristiwa yang dapat menimbulkan akibat hukum yakni hak dan kewajiban diantara pihak pihak yang mempunyai hubungan hukum. Jadi secara sederhana menurut Surojo wigjopuro yang peristiwa hukum ini merupakan peristiwa biasa yang membawa akibat yang diatur oleh hukum. Contoh sederhananya jual beli. Jual beli merupakan peristiwa biasa tetapi karena diatur dalam pasal 1457 KUHperdata maka jual beli menjadi peristiwa hukum karma dalam jual beli ada hak dan kewajiban yang harus di penuhi oleh penjual dan pembeli misalnya

    Peristiwa hukum karna perbuatan subjek hukum terbagi menjadi dua, pertama perbuatan subjek hukum yang merupakan perbuatan hukum contohnya jual beli. Kedua perbuatan subjek hukum yang bukan perbuatan hukum. Yaitu perbuatan yang akibatnya tidak dikehendaki oleh subjek hukum. Contohnya Zaakwarneming yaitu memperhatikan kepentingan orang lain tanpa diminta oleh orang tersebut. Contoh kedua ada perbuatan melawan hukum atau onrechmatige daad diatur dalam pasal 1365 kuhperdata. Perbuatan melawan hukum ini merupakan perbuatan bertentangan dengan hukum, akibat yang timbul tetap diatur oleh hukum meski akibat itu tidak dikehendaki oleh pelaku. Contoh kecelakaan yang tidak dikehendaki oleh siapapun. Tapi meskipun begitu tetap menimbulkan ganti rugi pada pihak yang dirugikan. Dalam pasal 1365 kuhperdata dinyatakan bahwa setidaknya harus terdapat unsur perbuatan, melanggar, menimbulkan kerugian dan hal itu terjadi karena adanya kesalahan.

C. Memahami Perbuatan Hukum

     Hukum pun  dibedakan juga menjadi perbuatan hukum bersegi satu ( hanya merupakan satu kejadian saja) seperti menulis wasiat, perbuatan hukum bersegi dua (kehendak dua orang) seperti perjanjian dua pihak dan perbauatn hukum bersegi banyak yang merupakan kehendak dari orang banyak contohnya perjanjian banyak pihak.

     Perbuatan hukum pasti menimbulkan hak dan kewajiban. Tapi hak tersebut bisa saja sewaktu waktu lenyap dan bisa saja sewaktu waktu lahir. Penyebab hak itu lahir menurut JB.daliyo dalam bukunya (M.Ishaq :99:2018 )diantaranya karena adanya subjek hukum baru, adanya perjanjian yang telah disepakati, adanya kerugian akibat kesalahan, telah terlaksananya kewajiban dan adanya lewat waktu atau daluawarsa. Sedangkan yang menimbulkan lenyapnya hak diantaranya karena pemegang hak meninggal dunia, habis masa berlakunya sudah terpenuhinya kewajiban.

    Hukum selalu mempunyai aspek hak dan aspek kewajiban. Hal ini timbul karena adanya peristiwa yang diatur oleh hukum. Jadi secara sederhana hubungan hukum itu diartikan sebagai hubungan diantara dua pihak atau lebih dimana hak disatukan pihak berhadapan dengan kewajiban dipihak lain. Setidaknya dalam hubungan hukum itu ada 3 unsur yaitu subjek hukum, kedua adanya objek dan terakhir adanya hubungan antara pemilik hak dan pengembangan kewajiban terhadap objek yang bersangkutan.

D. Memahami Penegakan Hukum.

      Upaya pemenuhan hak dan kewajiban ini agar semuanya dapat terlaksana dengan baik maka diperlukan penegakan hukum. Tapi dalam penegakan hukum itu setidaknya harus memuat rasa keadilan, kegunaan dan perlindungan kepentingan manusia. Penegakan hukum itu sesuai dengan peribahasa ” Fiat Justisiari Et parereat moudus” artinya meskipun dunia ini runtuh, keadilan harus tetap ditegakkan. Hal itulah yang diinginkan oleh kepastian hukum.  Setidaknya dalam penegakan hukum ada tiga unsur yang harus dipenuhi pertama kepastian hukum kedua kemanfaatan hukum dan yang terakhir keadilan hukum itu sendiri.

      Hukum secara teoritis dinyatakan dapat efektif apabila mampu memenuhi  unsur diantaranya instrumen hukumnya, kedua aspek budaya masyarakatnya ketiga faktor sarana dan fasilitas pendukung pelaksanaan hukum (Sanyoto:199:2008). Selain itu, Agar penegakan hukum berhasil tentu harus dibarengi dengan ketaatan masyarakatnya. Karna ketaatan adalah kunci pentingnya. Menurut H.c Kellman ada 3 jenis ketaatan pertama ketaatan yang sifatnya complience atau karna takut sanksi, kedua taat yang sifatnya identifikasi atau taat karena takut hubungan nya dengan pihak lain menjadi rusak dan yang terakhir taat yang sifatnya internalization yaitu taat karena benar benar merasa bahwa aturan itu sesuai dengan nilai nilai yang dianutnya. (Suryaningsih :85: 2018).

    Terakhir penulis ingin kembali mengingatkan, untuk memahami hukum kita perlu memahami aneka aspek hukum yang ada, sehingga hukum dapat kita pahami secara holistik dan menyeluruh agar kita terhindar dari distorsi atau kesalahan kesalahan dalam memahami hukum.

Referensi

Fence M. Wantu Pengantar Ilmu Hukum, 2015, Reviva Cendikia, Yogyakarta.

Ishaq Dasar-Dasar Ilmu Hukum 2018, Sinargrafika, Jakarta.

Suryaningsih, Pengantar ilmu Hukum, 2018, Mulawarman university press. Samarinda.

Sanyoto Penegakan hukum di Indonesia dalam Jurnal dinamika hukum vol.8.no 3 September 2008. Universitas Jendral Sudirman Purwokerto.

Iswaji

Iswaji

Read Previous

Selangkah Mengenal Hukum

Read Next

Berbagai Penggolongan Hukum

2 Comments

    Avatar
  • artikel bagus

      Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *